DEANA’S HEARTBEAT
DEANA’S HEARTBEAT “Nyonya Ningrum! Cepet beresin ruang tamu!.” Teriak seorang wanita dengan wajah yang terlihat kesal menghadapi putrinya itu.yang dipanggil langsung muncul walau ekspresinya sangat tak bersahabat. Bukan,bukan ia marah pada ibunya.Tapi,pada ucapan ibunyayang menyinggung nama atau lebih tepatnya status bahwa ia punya pangkat bangsawan atau darah biru dari garis ayahnya. “Udah,sih! Gak usah nyebut nama itu!.” Sungutnya sebal sambil memungut peralatan Ps dan beberapa kaleng soda yang sudah kosong. “Kan emang iya?.” Balas ibunya cepat. ...